Rabu, 24 Februari 2016

Rahasia Umur Manusia

Rahasia Umur Manusia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika Tuhan menciptakan kerbau, Tuhan memberikan umur 50 tahun kepada kerbau. Kerbau yang kerjanya membajak sawah, bekerja keras, akhirnya bilang pada Tuhan, ?Tuhan, saya tidak perlu umur terlalu lama 50 tahun bekerja keras membajak sawah. Saya cukup 20 tahun saja umurnya.?

Mendengar permintaan ini, akhirnya Tuhan mengabulkan. Kerbau dikasih umur 20 tahun. Ada sisa 30 tahun.

Selanjutnya Tuhan menciptakan monyet. Monyet diberikan umur 20 tahun. Monyet yang lucu ini menghibur manusia. Namun monyet juga protes, dia bilang, ? Tuhan, saya terlalu lama kalo dikasih umur 20 tahun untuk menghibur manusia, saya minta 10 tahun saja.?

Mendengar permintaan ini, akhirnya Tuhan pun mengabulkan. Ada sisa 10 tahun.

Selanjutnya Tuhan menciptakan anjing, dan diberikan umur 20 tahun. Anjing ini bertugas menjaga. Namun, sama seperti kerbau dan monyet, anjing ini cuma minta umurnya 10 tahun. Mendengar permintaan ini, Tuhan pun mengabulkan.

Selanjutnya Tuhan bilang pada manusia, ?Kamu manusia, saya kasih um
... baca selengkapnya di Rahasia Umur Manusia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 30 Januari 2016

Melihat Keluarbiasaan

Melihat Keluarbiasaan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dalam suatu kesempatan di kelas pelatihan untuk para trainer, kawan muda Prasetya M. Brata yang belum lama memposisikan diri di masyarakat sebagai mind provocateur, menggelitik pikiran saya dengan mengatakan, “Kalau Bang Harefa itu disebut-sebut sebagai guru biasa untuk orang-orang luar biasa, maka saya ini guru luar biasa untuk orang-orang biasa”.

Saya hanya tertawa saja mendengar gurauan provokatif itu. Namun ketika saya memilih menyebut diri (antara lain) sebagai “guru biasa untuk orang-orang luar biasa”, sejak beberapa tahun silam, saya tidak sedang bergurau. Frasa itu saya pilih dengan hati-hati dan penuh pemikiran yang mendalam. Frasa “guru biasa untuk orang-orang luar biasa” mencerminkan pandangan pribadi saya tentang apa yang diperlukan untuk menjadi seorang trainer andalan (superb trainer). Kualifikasi terpenting untuk menjadi trainer andalan bukanlah atribut akademis atau gelar kesarjanaan yang panjang berderet-deret. Juga bukan sertifikasi yang berlapis-lapis dari berbagai lembaga tingkat nasional dan internasional. Kualifikasi yang terpenting untuk menjadi trainer andalan bukan soal berapa berat dan tinggi badan; bukan tata busana yang memesona orang lain; bukan pula suara yang mikrofonik seperti penyiar radio yang jadi idola pendengarnya. Semua itu—gelar, sertifikasi, berat/tinggi badan, tata busana, suara, dan sebagainya—bisa jadi penting atau sekurang-kurangnya pastilah berguna, tetapi bukan yang terpenting.

Lalu apa kualifikasi
... baca selengkapnya di Melihat Keluarbiasaan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 20 Januari 2016

Pengamen Jalanan

Pengamen Jalanan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kuku yang biasa kugunakan untuk memetik senar gitar kini sudah mulai memanjang dan menampakkan setumpuk kotoran disana. Kotoran yang tampak lebih kotor dari setumpuk sampah di jalanan Ibu kota ini. Ku taruh gitar kecilku yang selalu menemani di setiap pagi dan siangku. Ku hitung receh demi receh yang berhasil kukumpulkan, berharap cukup untuk membeli sebungkus nasi dan segelas air minum untuk mengisi perutku dan adikku yang sedari tadi pagi sudah rewel tak terisi makanan.

Setelah membeli makanan, aku memakannya dengan berbagi separuh dengan Reza, adikku satu-satunya. Tiga tahun yang lalu, orang tua kami memiliki sebuah perusahaan besar, tapi karena di tipu habis-habisan oleh seorang investor nakal, maka raiblah semua harta benda kami. Tak ada sepeserpun uang yang bisa kami genggam. Dan satu tahun yang lalu, Ayah meninggal. Di susul dengan Ibu yang berangkat untuk mengadu nasib di luar negeri sebagai TKW. Meninggalkan kami berdua. Tapi sampai saat inipun tak ada kabar akan kembalinya Ibu. Sempat ada kabar angin bahwa Ibu sudah meninggal. Tapi entahlah, kebenarannya hingga saat ini belum aku ketahui.

Setelah menghabiskan makanan ini ditemani deru kendaraan bermotor dan asap-asap mengepul dari kenalpot, kami bergegas tidur beralaskan sebuah kain lusuh dan sobek di sana-sini termakan usia. Keesokan pag
... baca selengkapnya di Pengamen Jalanan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 18 Januari 2016

Ayah, Anak dan Burung Gagak

Ayah, Anak dan Burung Gagak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda tersebut?"

"Burung gagak", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, "Itu burung gagak ayah!"

Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK!!"

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertanyaan si ayah, "Gagak ayah.......".

Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan menjadi marah. "Ayah!!! saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah
... baca selengkapnya di Ayah, Anak dan Burung Gagak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 17 Januari 2016

Truk Sampah

Truk Sampah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.

Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.

Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai berteriak ke arah kami.

Si Supir taxi hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.

Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!".

Tapi si Supir hanya tertawa seraya berkata : ?Buat apa kita ribut2 , Bersabar pasti lebih baik krn itu berarti kita sudah mengurangi musuh, saya kan harus memprioritaskan Bapak yg akan menuju ke Bandara ?

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".

Ia menjelaskan bahwa banyak orang yg ibarat seperti truk sampah.

Mereka berjalan keliling membaw
... baca selengkapnya di Truk Sampah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 19 April 2011

Usaha Pencarian Rezeki

Usaha Pencarian Rezeki
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَمَامِنْ دَآبَّةٍ فِى اْلأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا
Artinya : “Dan tidak ada satu binatang melata pun di muka bumi ini, melainkan Allah yang menanggung rezekinya.” (QS Hud : 6)
Ini adalah dalil bahwa Allah telah menjamin rezeki seluruh makhluk yang berada di alam ini, sejak sebelum Ia menciptakan wujud. Oleh karena itu usahamu (tadbir) untuk mencari rezeki dan bersungguh-sungguh dalam usahamu sehingga melalaikan perintah Allah, berarti menunjukkah keberpalingan dan pembohongan kamu pada ayat Allah dan janji Allah. Andaikata kamu benar-benar meyakini ayat ini, niscaya hati dan jiwamu lebih tentram dengan janji Allah, dan kamu mengambil dunia secukupnya dan lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah kepada Allah, karena Allah telah menjamin rezekimu sebelum kamu terwujud ke dunia ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
لَوْتَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَايَرْزُقُ الطَّيْرَتَغْدُوْخِمَاصًاوَتَرُوْحُ بِطَانًا
Artinya : “Andaikata kalian sungguh-sungguh bertawakkal, Allah tentu akan memberi kalian rezeki sebagaimana Ia memberi rezeki burung, pergi (pergi berusaha mencari rezeki) di pagi hari dengan perut kosong, kembali di sore hari dengan perut kenyang  ” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Wahai hamba Allah sekalian, ketahuilah bahwa kesungguhan usahamu untuk mencari rezeki dapat membuat mata hati (bashirah) menjadi buta dan selanjutnya hati menjadi semakin keras. Allah telah menjamin rezekimu, sehingga kamu lebih bersungguh-sungguh dalam usaha menundukkan dirimu lahir dan bathin kepada Allah untuk mencapai ridhoNya.
بِرِزْقِكَ يَامِسْكِيْنُ رَبُّكَ قَدْ ضَمِنْ  فَكُنْ وَاثِقًابِهْ مُطْمَئِنًّامُحَقِّقِ
تَرَالطَّيْرَ ذِيْ تَغْدُوْخِمَاصًاوَتَرْجِعُ   بِطَانًاوَأَنْتَ أَيْضًابَذَاكَ مُصَدِّقِ
وَقَدْقَدَّرَاْلأَرْزَاقَ مِنْ قَبْلِ خَلْقِنَا   فَدَعْ عَنْكَ هَمَّ الرِّزْقِ فَاللهُ رَازِقِ
فَقَلْبِيَ لاَيَسْكُنْ لِغَيْرِإِلَهِهِ  وَرِزْقِيَ مَيْسُوْرٌوَلاَخَافٍ طَارِقِ
فَلاَيَنْبَغِيْ تَهْتَمُّ بِالرِّزْقِ يَافَتَى  وَكُنْ رَجِيًا أَبَدًابِرَبِّكَ وَاثِقِ
وَقُمْ فِي الدُّجَى وَاتْلُ الْقُرْآنَ مُرَتِّلاً وَخَلِّ دُمُوْعَ الْعَيْنِ فِى الْخَدِّ دَافِقِ
وَاطْلُبْهُ غُفْرَانَ الذُّنُوْبِ جَمِيْعًا  وَسُكْنًابِدَارِ الْخُلْدِ مَعْ كُلِّ مُتَّقِيْ
مَعَ الْحُوْرِوَالْوِلْدَانِ فِيْ جَنَّةِ الرِّضَا  وَقَدْطَالَ مِنِّيْ نَحْوَ ذَاكَ تَشَوُّقِيْ
يَحِقُّ لَنَاأَنْ نَتْرُكَ النَّوْمَ فِى الدُّجَى  لِنَيْلِ الْمَعَالِيْ وَالْحِسَانِ الْفَوَائِقِ
وَتَمَّتْ بِحَنْدِ اللهِ وَأَزْكَى صَللاَتِهِ  عَلَى الْمُصْطَفَى نُوْرِالشُّمُوْسِ الشَّوَارِقِ
وَاُمَّتُهُ تَعْلُوْ عَلَى كُلِّ اُمَّةٍ   عَلَيْهِ سَلَامُ اللهِ مَالاَحَ بَارِقِ
Wahai orang yang patut dikasihani, Tuhan telah menjamin rezekimu  Percayalah kepada Allah, tenangkan hatimu dan telitilah kebenaran ini
Kau lihat burung yang pergi dengan perut kosong selalu kembali dengan perut kenyang   Dan itupun sesungguhnya telah kau yakini
Ia telah menentukan rezeki sejak sebelum penciptaan kita   Jangan kau mengkhawatirkannya karena Allah yang telah membagikannya            
Hatiku tak pernah merasa tenang dengan selain Allah   Rezekiku telah dimudahkanNya
Dan akupun tak takut kehilangan harta Wahai pemuda  Tak pantas kau khawatirkan rezekimu Jadilah orang yang selalu berharap dan percaya kepada tuhanmu
Bangun dan bacalah Qur’an secara tartil dimalam hari   Usahakan air mata jatuh berderai di pipi
Mohonlah kepadaNya agar mengampuni seluruh dosa  Dan agar dapat tinggal di rumah kekekalan bersama kaum yang bertaqwa
Bersama para bidadari dan wildan dalam syurga keridhaan  Sungguh kerinduan yang telah lama kupendam
Seharusnya kita tak tidur di malam hari   Agar memperoleh kemuliaan, keindahan dan kedudukan tinggi
Tamatlah syair ini dengan pujian kepada Allah dan shalawat suci kepada Nabi   Kepada Al Musthafa, cahaya terbitnya sang mentari
Yang ummatnya mengungguli seluruh ummat  Salam Allah baginya selama petir masih berkilat
Ketahuilah bahwa :

أَلدُّنْيَامَزْرَعَةُ اْلآخِرَةِ
 Artinya: “Dunia adalah ladangnya akhirat”.
Oleh karena itu, bertekadlah dan bersungguh-sungguhlah untuk menghadapi hari taghabun, yaitu hari ditampakkannya seluruh kesalahan makhlukNya.
يَوْمَ لاَيَنْفَعُ مَالٌ وَّلاَبَنُوْنَ . إِلاَّ مَنْ أَتَى بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ . وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ . وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغَوِيْنَ
 Artinya: “Yaitu hari di saat harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Pada hari itu syurga didekatkan kepada orang-orang yang bertaqwa, dan neraka jahim secara jelas diperlihatkan kepada mereka yang sesat”. (QS Asy Syu’ara : 88-91).
Semoga Allah memberikan kepada kita keselamatan dan menghindarkan kita dari kekecewaan dan penyesalan. Manfaatkanlah kesempatanmu untuk berbuat ketaatan ketika orang-orang yang lalai sedang lelap dalam kelalaiannya. Tinggalkanlah perdebatan dengan mereka yang mempunyai budi pekerti yang buruk.
اَلَّذِيْنَ هُمْ فِى خَوْضٍ يَّلْعَبُوْنَ
 Artinya: “Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan”. (QS. Ath Thur : 12).
Yaitu orang-orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya dalam mencari kesenangan duniawi, mencintai kehidupan duniawi dan melupakan akhirat. Janganlah suka bergaul dengan orang yang suka mendebat kaum arifin dan shalihin, karena mereka selalu menyaksikan Allah dalam segala sesuatu, dan rahmat Allah pun selalu tercerah kepada mereka.
حَبِيْبٌ خَفِيٌّ عَنْ كُلِّ عَيْنِ النَّاظِرِ  وَتَنْظُرُهُ أَرْبَابُ التُّقَى بِالْبَصَائِرِ
 Artinya: “Kekasih tersembunyi dari setiap pandangan mata, namun orang yang bertaqwa dengan mata hati mengetahui”.
اِلَهِى كَيْفَ لاَتُطَاعُ وَاَنْتَ الَّذِى خْتَرَعْتَ كُلَّ شَيْءٍ مِنَ الْعَدَمِ أَمْ كَيْفَ تُعْصَى وَاَنْتَ الْقَائِمُ بِكُلِّ شَيْءٍ فَلَوْلاَكَ مَاعُرِفَ شَيْءٌ وَلاَكَانَ شَيْءٌ أَنْتَ اْلأَوَّلُ وَاْلأَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ الْمُعْطَى الْمَانِعُ الْمُعِزُّ الْمُذِلُّ
 Artinya: “Tuhanku bagaimana Engkau tidak ditaati, sedangkan Engkaulah Pencipta segala sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Dan bagaimana Engkau didurhakai, sedangkan Engkau yang mangatur segala sesuatu. Kalau bukan karena Engkau, tiada sesuatupun yang akan dikenali dan tidak akan ada sesuatupun yang terjadi. Engkau adalah yang pertama dan yang terakhir, yang dhahir dan yang bathin, yang memberi dan yang menolak, yang memuliakan dan yang menghinakan”.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّنَا بِطَاعَتِكَ وَلاَتُذِلَّنَابِمَعْصِيَتِكَ فَإِنَّ الْعِزَّفِى الطَّاعَةِ وَالذُّلَّ فِى الْمَعْصِيَةِ
 Artinya: “Ya Allah, muliakanlah kami dengan taat kepadaMu dan janganlah Engkau hinakan aku dengan durhaka kepadaMu, karena sesungguhnya kemuliaan itu terletak pada ketaatan dan kehinaan terletak pada kedurhakaan”.
Mari kita banyak berdo’a dan merasa selalu bergantung dengan Allah subhanahu wa ta’ala :
اَللَّهُمَّ احْفَظْنَاوَحْرُسْنَابِعَيْنِكَ الَّتِى لاَتَنَامُ وَاكْنُفْنَابِرُكْنِكَ الَّذِى لاَيُضَامُ
Artinya: “Ya Allah, jaga dan mlindungilah kami dengan mataMu yang tidak pernah tidur dan lindungilah kami dengan pertolonganMu yang tak pernah terputus”.
اَللَّهُمَّ أَيَّدْنَابِمَعْرِفَتِكَ وَأَذِقْنَامَحَبَّتَكَ وَاحْشُرْنَامَعَ أَنْبِيَائِكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ يَاأَرَحَمَ الرَّاحِمَيْنَ
Artinya: “Ya Allah, bantulah kami dengan makrifatMu, berilah kami kemampuan untuk merasakan cintaMu, dan kumpulkanlah kami bersama para NabiMu dengan berkat kemurahanMu dan kedermawananMu, wahai Tuhan yang paling kasih diantara seluruh yang pengasih”.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَابِكَ مُسْتَأْنِسِيْنَ وَمِنْ سِوَاكَ مُسْتَأْحِشِيْنَ وَبِبَابِكَ وَاقِفِيْنَ وَفِى رَحْمَتِكَ طَامِعِيْنَ
Artinya: “Ya Allah, jadilkanlah kami orang-orang yang merasa senang denganMu dan merasa sepi dengan selainMu. Aku berdiri di pintuMu dan sangat mengharap rahmatMu”.
اَللَّهُمَّ اسْبُلْ عَلَيْنَابَرْدَ عَافِيَتِكَ وَحَلاَوَةَ مُنَاجَاتِكَ وَاجْعَلْنَامِنْ أَهْلِ حَضْرَتِكَ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kesejukan afiahMu, manisnya munajah kepadaMu, dan jadikanlah kami ahli hadrahMu”.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَامُتَمَسِّكِيْنَ بِسُنَّةِ نَبِيِّكَ وَصَفِيِّكَ وَحَبِيْبِكَ سَيِّدِ اْلأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami selalu berpegang teguh dengan sunnah NabiMu, manusia pilihan dan kekasihMu, pemimpin orang terdahulu dan yang datang kemudian, Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dengan berkat rahmatMu wahai Tuhan yang paling pengasih diantara seluruh yang pengasih, dan segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta ”.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS Al Ahzab : 56) 

Senin, 18 April 2011

Tadbir

Sesungguhnya tadbir yang tercela dan terlarang adalah jika seorang hamba menyandarkan keberhasilan usahanya pada kemampuan dan kekuatannya sendiri. Adapun tadbir yang terpuji adalah dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan mempercayakan semua urusan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bergantung kepada daya dan kekuatanNya, dan berlepas diri dari daya dan kekuatannya sendiri. Contohnya adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga, member mereka nafkah dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bukan untuk memuaskan hawa nafsu dan tenggelam dalam kenikmatan duniawi.
Meninggalkan tadbir, amal dan usaha adalah melanggar syarat bertawakkal. Kepada seorang Arab dusun yang membiarkan ontanya kemudian berkata bahwa ia bertawakkal kepada Allah, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ
Artinya : “Ikatlah onta itu kemudian bertawakkallah kepada Allah.” (HR Tirmidzi)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
خُذُوْاحِذْرَكُمْ
Artinya : “(Hai orang-orang yang beriman) bersiap siagalah kalian.” (QS An NIsa’ : 71)
Hendaknya mereka,
وَلْيَأْخُذُوْاأَسْلِحَتَهُمْ
Artinya : “Dan menyandang senjata mereka.” (QS An Nisa’ : 102)
وَاَعِدُّوْالَهُمْ مَّااسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهِ
Artinya : “Dan bersiaplah untuk menghadapi mereka dengan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang dipersiapkan untuk berperang.” (QS Al Anfal : 60)
Allah juga berfirman kepada Nabi Musa alahis salam :
فَأَسْرِ بِعِبَادِيْ لَيْلاً
Artinya : “Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba Ku dimalam hari..” (QS Ad Dukhan : 23)
Berlindung di balik kegelapan malam agar tidak terlihat oleh musuh adalah salah satu jenis usaha mencari keselamatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  juga pernah menyewa penjaga, merapatkan baju besinya, berbekal dalam perjalanan, membuat parit di sekeliling kota Madinah pada saat perang Khandaq untuk menghambat lajunya gerakan musuh, memimpin tentaranya menempuh jalan lain untuk menyembunyikan arah tujuan sebenarnya, menanyakan segala sesuatu tentang jalan-jalan yang sesungguhnya tidak ingin beliau lalui, misalnya : banyak dan sedikitnya air dan lading di jalan itu, sehingga pendengarnya menyangka beliau akan menempuh jalan itu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda :
أَلْحَرْبُ خَدْعَةٌ
 Artinya: “Perang itu tipu daya”.
أَلتَّدْبِيْرُ نِصْفُ الْمَعِيْشَةِ
Artinya : “Tadbir merupakan setengah dari mata pencaharian
Ucapan ini beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan untuk menekankan perlunya tadbir.
Dikutip dari Taqribul Ushul li Tashilil Wushul li Ma’rafatillahi War Rasul,  karya Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Mustahafa Al Babi Al Halabi, Mesir, 1965 M/1385 H, hal 31)